Selasa, 01 November 2011

JENIS MUSIK dan BENTUK LAGU

Bangsa kita yang sangat kaya akan aneka ragam seni,
merupakan sebuah potret betapa nenek moyang kita
telah memfungsikan seni khusunya musik untuk
berbagai kepentingan dalam kehidupan sehari-hari,
antara lain untuk kepentingan: ritual, pendidikan, kesehatan,
 hiburan, politik, dan lain sebagainya. Pada jaman
tersebut fungsi seni sangat bermakna, seni bagi kehidupan
nenek moyang kita, keberadaannya selalu menyatu
dengan manusia disekitar lingkungan kita Jadi
Seni-manusia
berhubungan.
Kalau kita kembali kepada teori dimensi sosial,
bahwa terbentuknya
kepribadian manusia dipengaruhi oleh kenyataan sosial,
yaitu dimensi phsikis,
dimensi phisik, dan dimensi metafisik.Manusia sebagai
 suatu kesatuan, hidup
dalam masyarakat dan mengadakan hubungan dengan
lingkungan terutama
lingkungan sosial. Didalam hubungan itu akan terjadi saling
mempengaruhi. Oleh
sebab itu manusia sebagai mahluk sosial dan individual, memiliki sistem nilai
yang berlaku secara turun temurun. Proses pemanusiaan tersebut lazim kita sebut
budaya. Seni sebagai salah satu unsur dari budaya merupakan salah satu sistem
nilai yang dijadikan oleh manusia untuk berproses dalam memanusiakan manusia.
Manusia melalui tahapan atau fase perkembangannya mengalami proses
penerimaan informasi dari lingkungannya baik itu
disengaja maupun tidak
informasi dimaksud akan terekam dalam memori (laci-laci), selanjutnya dari
pengalaman tersebut akan membentuk suatu konsep atau sewaktu-waktu
secara sadar dan terencana
simbol-simbol.
Oleh karena pengaruhnya sangat nyata bagi manusia, untuk dapat
memahami seni dibutuhkan kesadaran total. Kita tidak hanya mengandalkan aspek
logika semata, namun juga alam bawah sadar, karena kelebihan ini hanya ada
pada diri manusia. Nietzsche dalam buku Pijar-pijar Penyingkap Rasa
mengemukakan: ”unsur-unsur penting didalam seni kerena menyangkut potensi
dan kapasitas intuitif dan bawah sadar manusia ” (Wiryomartono, 2001:56.)
Kita tahu seni akan “hidup” dan bermakna atau berfungsi bila di
hidupkan
seni karena dalam kehidupannya, manusia selalu membutuhkan sesuatu yang
menyenangkan, membahagiakan dan membutuhkan hal-hal yang berhubungan
dengan keindahan estetik. Selanjutnya seni juga dibutuhkan untuk dijadikan
sebagai media dalam mengungkapkan dan menyalurkan perasaan emosi dan
kreasinya. Di samping itu seni dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk
kepentingan lainya diantaranya untuk kesehatan, agama, ideologi, pendidikan dan
lain sebagainya.
Pendidikan seni merupakan bagian dari pendidikan umum. Pendidikan
seni pada hakekatnya memiliki peranan yang sangat strategis dalam membentuk
manusia yang seutuhnya. Melalui proses pendidikan yang terarah seni dapat
dijadikan alat media guna membantu mencerdaskan kehidupan bangsa,
mengembangkan manusia yang berbudaya yang memiliki keseimbangan antara
akal, pikiran dan kalbunya. Hal ini dikarenakan seni yang senantiasa
bersinggungan dengan manusia harus kita manfaatkan melalui pendekatan
keilmuan, sehingga dalam proses pemanfaatannya lebih memungkinkan untuk
menumbuhkembangkan seluruh potensi yang dimiliki manusia seperti fisik,
perseptual, pikir, emosional, kreativitas, sosial dan etika.” Oleh sebab itu dibanyak
negara para orang tua sangat sadar akan manfaat seni untuk manusia, pendidikan
seni tidak hanya mengandalkan atau dilakukan di sekolah, namun di keluarga.
Musik adalah salah satu cabang seni yang menggunakan bunyi sebagai
media, ditinjau dari sumber bunyinya, bahannya dan cara memainkannya.
Bahkan alat yang digunakan ada yang di tala maupun tidak. Hal inilah yang
menyebabkan perbedaan antara musik yang satu dengan lainnya. Ada musik yang
dibuat dengan mengeksplorasi sumber bunyi yang dihasilkan oleh organ tubuh
manusia, seperti; tepuk tangan, bersiul, suara mulut, dan sebagainya, tetapi
adapula yang menggunakan alat-alat lainnya seperti; batu, bambu, kayu, logam,
dan sebagainya, dan adapula yang menggunakan alat-alat musik yang sengaja
dibuat baik secara tradisional maupun menggunakan teknologi canggih, seperti;
gamelan, angklung, rebana, piano, gitar, biola, flute, saxophone, Trompet dan
sebagainya. Dengan banyaknya alat yang digunakan sebagai sumber bunyi, maka
karya-karya musik yang dihasilkanpun sangat beraneka ragam baik dilihat dari
alat-alat musik yang digunakannya maupun komposisi musik yang dihasilkannya.
dan difungsikan oleh manusia. Sebaliknya manusia selalu membutuhkan
dapat dikoordinasikan dan diungkapkan melalui
merupakan dua unsur yang saling membutuhkan dan saling
.....................................................((( ada lanjutannya ))) ======>>>

Senin, 31 Oktober 2011

Upacara Peringatan HARDIKNAS 2011 dan ULTAH SMAN 1 Bayan ke 15

Peringatan Hardiknas di SMAN 1 Bayan memang unik. Keunikan pelaksanaan upacara terletak
pada pesereta upacara yang menggunakan pakaian adat khas Bayan. Peserta upacara
adalah seluruh siswa dan guru serta staf tata usaha yang diharuskan atau
diwajibkan menggunakan pakaian adat khas Bayan, begitu juga dengan Inspektur Upacara.
Yang menjadi Inspektur Upacara adalah Asisten I Bupati Lombok Utara Simparudin, SH.
Rasa bangga beliau sampaikan setelah selesai upacara dalam acara ramah tamah.
"Saya Bangga dengan kemajuan yang dicapai oleh SMAN 1 Bayan ini, dalam usia yang masih relatif
muda (15 thn) sudah bisa menunjukkan jati diri sebagi satu-satunya SMA di Lombok Utara 
yang memperingati hari Pendidikan dengan menggunakan pakaian adat sebagai ciri pendidikan yang berkarakter daerah, Saya juga ikut dalam kepanitiaan perencanaan dan pendirian
sekolah SMA ini, saat itu saya adalah panitia pada bagian HUMAS imbuhnya
mengenang masa lalu.



Jumat, 21 Oktober 2011

Puisi@ Titipan Temanku Marzuki,S.Pd

NEGERI SIHIR


Negeri sihir
Pelantun mantra pujangga lama
Kian indah melebur sukma
Negeri sihir berbangsa domba
Nyalakan api merebut tahta
Sayembara mahkota daging bertahan
Menjelma jadi penguasa
Kau sihir hatti membara
Nyalakan jiwa serigala
Sedang domba-domba takut
Kepadang rumput penuh mantra
Berubah rumput jadi kertas kecil
Benilai tinggi
Domba mencari rumput dengan pengakuan
Tapi kalah dengan kuasa sihir pemain sulap
Jeritan luka terpasung awan ajaib penguasa
Haruskah ikut berubah
Jadi penyihir dan pesulap
Tatkala penguasa hidup tak tergoyah
Menutup mata memberi senyum
Negeri sihir bangsa sulap
Terang namun gelap

                                                                            MARZUKI


SENANDUNG LIRIH DOA


Senandung lirih doa ku panjatkan
Tatkala alam mengguncag jiwa
Bersama angin sukma melayang
Bebas lepas bercampur debu
Kaki terus melangkah
Mengayun ditengah badai ombak
Siap menerjang perahu harapan
Senadung lirih do’a  kupanjatkan
Saat semua menyimpan pertanyaan
Mampukah ku keluar dari cengkeraman zaman?
Sementara langit kehidupa pekat dengan noda
Pasrah dan pasrah
Apa itu yang harus ku lakukan?
Sementara kepala menghadap keatas
Dengan sejuta bahkan beribu harapan
Hanya senandung lirih do’a
Dari hati membisik telinga
Yang mampu ku lakukan
Dalam galau dan gaduhnya kehidupan


                                                                            MARZUKI


DIMENSI HITAM HATI


Dimensi hitam hati
Hilang menerawang mengembara dalam hayal
Mengarungi samudera perasaan
Anganan seperti busa tergulung ombak
Gemuruh hati terus kian membesar
Menyusup sukma jiwa yang tenang
Aura hampa tanpa harapan
Menanti angin berhembus
Tersihir mantra indah
Kaulah istana dalam terdalam
Tak berupa tapi terasa
Tak tersentuh tapi menyentuh
Menjauh terasa dekat
Putih hitam ataukah
Abu-abu dalam harapan
Dimensi hitam hati

Rabu, 13 Juli 2011

Pendidikan Seni Musik

UNSUR - UNSUR MUSIK
Seperti kita ketahui cakupan unsur-unsur musik Barat sangatlah luas, oleh sebab itu dalam sub Unit ini wilayah pembahasan dibatasi pada beberapa unsur
saja, yaitu; ritmik, interval dan tonalitas mayor serta minor. Pada Unit sebelumnya
saudara telah memperoleh materi dasar tentang unsur-unsur musik. Pada sub unit
ini materi tersebut dipertajam sebagai bekal saudara dalam berkarya seni musik.
Tujuan yang diharapkan setelah saudara mempelajari sub Unit ini adalah
saudara mampu memahami tentang ritmik, interval, dan sistem tonal serta
mengimplementasikannya dalam proses berkarya musik.

A. POLA RITME
Terdapat beberapa unsur dasar dalam sebuah komposisi
musik yaitu:  bentuk (
tinggi rendahnya nada (pict),  melodi, harmoni, warna suara dan ritme.
 Ritme merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah komposisi.
 Dalam mempelajari ritme terdapat tiga aspek
yang harus diperhatikan yaitu, tanda birama, bunyi, dan tanda istirahat.
Tanda birama merupakan bagian penting dalam musik. Penting karena
tanda birama harus dapat mewakili dan membedakan perasaan (metris) bentuk
musik, bahkan bentuk-bentuk musik khas seperti mars, waltz,
minuet dan sejenisnya salah satu kekhasan bentuk karya tersebut
dapat dirasakan daribiramanya. Tanda birama dipergunakan baik
dalam penulisan musik yangmenggunakan notasi balok maupun
 penulisan musik yang menggunakan notasi angka.
Disamping tanda birama, bunyi dan tanda diam merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dalam ritme, akan tetapi khususnya tanda diam,
dalam membacaritme sering kurang diperhatikan keberadaanya.
Tujuan pembelajaran sub unit ini adalah, diharapkan mahasiswa
memahami tentang bentuk not serta tanda diam penuh, setengah, seperempat,
seperdelapan dan seperenambelas; penggunaan bentuk not tersebut di atas baik
yang bertitik maupun yang tidak bertitik; penggunaan tanda legatura; dan dapat
membirama (mengetuk) sesuai dengan arsis-tesis serta merasakan
perbedaannyayang mencakup birama 2/4, 3/4, 4/4, 3/8, dan 6/8.
Musik ditinjau dari aspek ritme pada dasarnya dapat dirasakan.
 Perasaan tersebut disebabkan karena perbedaan biramanya.

1. Bentuk , Nama, Nilai Not dan Tanda Diam
Dalam pembelajaran bentuk, nama dan nilai not sangat
 berhubungan dengan ritme yaitu cara membirama atau memberikan ketukan
sesuai dengan ketukan dasar yang bertekanan dan ketukan dasar
 yang tidak  bertekanan (tesis-arsis).
Cara mengetuk yang tidak memberikan tekanan pada ketuka-ketukan
tertentu disebut juga dengan ketukan aditif.
Sedangkan cara mengetuk dengan memberikan tekanan pada
ketukan-ketetukan tertentu disebut ketukan metris
(kebalikan dari ketukan aditif).
Membaca panjang pendeknya bunyi not (durasi) atau saat diam

Bhayu

(istirahat) digunakan sistem notasi. Setiap not dan tanda diam masing-masing memiliki perbedaan dari segi bentuk, nama dan nilai notnya. Setiap not memiliki nilai tidak mutlak. Nilai hitungan/ketukan not penuh dalam birama 4/4 berbeda dengan not penuh pada birama 2/2, 6/8 dan sebagainya.
2) Tanda Birama
Tanda birama sangat menentukan bentuk not, nilai not dan tanda diam.
Untuk itu cara membaca setiap karya musik, harus memperhatikan tanda birama.
Karya musik yang menggunakan birama 3/4, 4/4 berbeda dengan karya musik
yang menggunakan birama 2/4 misalnya, perbedaannya bukan hanya pada
pengelompokan not pada setiap bar, akan tetapi juga berbeda dalam cara
membirama (mengetuk). Cara membirama atau memberi ketukan dasar harus
dapat dirasakan baik oleh pembaca itu sendiri maupun oleh pendengar yang lain.
Fungsi tanda birama adalah untuk mempertegas perasaan metris (ketukan
bertekanan dan tidak bertekanan), menentukan jumlah ketukan dalam setiap
birama, dan menentukan not yang digunakan untuk ketukan dasar (kerangka
dasar). Perhatikan pola irama di bawah ini, bunyikan dengan tempo (pulsa) yang
stabil dan upayakan pada setiap awal birama (ketukan pertama) lebih berat/
bertekanan dibandingkan ketukan setelahnya
Pemahaman terhadap fungsi tanda birama tidak cukup hanya dengan
pemahaman teoritis akan tetapi juga harus dibarengi dengan penguasaan praktek,
sehingga siswa mampu membirama dan merasakan perbedaan ketukan aditif dan
metris. Pada pembahansan materi selanjutnya diaharapkan siswa tidak hanya
mampu membaca ritmik akan tetapi juga mampu membaca melodi.

form),  kerangka dasar (struktur),


Selasa, 15 Maret 2011

Pariwisata Lombok Utara

      Rutinitas pekerjaan telah membuat pikiran dan perasaan menjadi penat, pusing, bingung, bahkan bila dibiarkan berlangsung lama akan menimbulkan stress. Salah satu cara mengatasi rasa tersebut sebaiknya anda berekreasi menikmati keindahan alam ciptaan yang Maha Kuasa. Allah telah menciptakan Alam untuk manusia agar mereka menyadari kebesaran kekuasaanNya.
      Keindahan alam dengan panorama yang berbeda disetiap tempat dapat membuat hidup menjadi tenang terutama bagi yang suka wisata alam. Di Pulau Lombok salah satu pulau di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terdapat beberapa tempat wisata terutama di bagian utara (Kabupaten Lombok Utara) yang sangat terkenal di mancanegara antara lain; Tiga Gili yang terletak di sebelah utara Pulau Lombok yaitu Gili meno, Gili Terawangan, Gili Ayer. Disamping itu pula bagi anda yang suka dengan panorama Alam Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anak dan beberapa air terjun(water Fall), pemandian air panas, juga tak kalah menarik untuk dinikmati sebagai pilihan berlibur. Untuk mencapai tiga gili tersebut dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dari Kota Mataram menggunakan mobil dan dilanjutkan dengan naik perahu kurang lebih 30 - 45 menit tergantung jenis transportasi yang digunakan dan ombak laut.
Bagi Anda yang ingin berwisata ke Gunung Rinjani juga bisa langsung dari mataram dengan mobil atau taksi dengan waktu kurang lebih 2 jam.
     Dalam perjalanan pun anda punya kesempatan untuk berkunjung ke Rumah tradisional Segenter yang mempunyai bentuk bangunan yang unik dan menarik karena mempunyai bentuk yang relatif sama. Di bawah ini saya sajikan foto rumah tradisional Segenter dari salah satu sudut.
Anda tidak perlu khawatir dengan tempat penginapan, karena di Senaru tersedia penginapan dengan harga sangat terjangkau. Di Senaru juga terdapat dua air terjun yang sanagat menarik perhatian turis mancanegara maupun lokal.
"Silahkan anda buktikan sendiri ............... "!!!!!!
Rumah Tradisional Segenter

Minggu, 06 Maret 2011

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampungku

     Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam(SAW) diperingati dengan meriah dan semarak dengan pernak-pernik budaya / tradisi masyarakat kampung (lingkungan) tempat tinngalku. Sajian budaya Peresean antar anak-anak dengan pemukul pelepah pisang mengingatkan kenangan masa kecilku yang tak akan terlupakan, tak ketinggalan pula sepak bola, tapi tentu beda dari pertandingan sepak bola pada umumnya karena diselingi musik dangdut yang mewajibkan setiap pemain untuk berhenti menendang bola dan dilanjutkan dengan berjoget pada saat musik dangdut diputar oleh operator. Hal tersebut tidak lain tujuannya untuk memeriahkan hari besar Islam yaitu peringatan hari lahirnya Nabi junjungan Alam yang telah membawa manusia dari alam gelap gulita menuju alam yang terang-benderang dengan kata lain minazzulumaati Ilannuur yaitu Nabi Muhammad saw tgl 12 Rabiul awal.
      Sebagian penganut muslim berpendapat bahwa hal itu "BID'AH", tapi saya pribadi tidak melihat dari sisi negatif atau positif pelaksanaan maulid tersebut, karena saya bukanlah ahli agama atau orang yang tidak tahu beragama karena tulisan ini hanya bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman saya dalam menulis dan mengisi blog pribadi saya di internet, juga untuk para pembaca yang mungkin bisa dijadikan ide kreatif dalam merayakan hari-hari besar agama islam yang lainnya. saya juga tidak menutup diri untuk menerima kritik dan saran dari siapa pun pembaca blog saya ini, agar tulisan saya menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.
video
     Yang paling membahagiakan kami dari perayaan ini dapat bertemu dan berkumpul dengan keluarga yang telah lama berpisah dan terpisah jauh antar negara, sejak aku duduk di bangku kelas 1 SMP tahun 1982 sampai saat ini tanggal 3 Maret 2011 baru dapat bertemu dengan keluarga yang sengaja datang dari Malaysia untuk merayakan maulid bersama keluarga di Lombok.

video

Senin, 07 Februari 2011

Lintang Sugianto

Workshop dua hari Guru dan siswa SLTP, SMA sederajat yang dilaksanakan hari jum'at dan Sabtu tanggal 4-5 pebruari 2011 merupakan kegiatan yang tak asing lagi buat kami. Tapi ini lain dari Workshop pada umumnya, mengapa demikian? simaklah tulisan ini dengan baik !!!
Kerjasama DIKBUDPORA KLU dengan seorang penulis terkenal sebagai nara sumber yang memberikan pelatihan tentang "Penulisan Kreatif Sastra" oleh Mba Lintang (begitu panggilan akrabnya) dan teknik membaca Puisi yang baik dan Benar oleh Mas Sugianto(Panggilan akrabnya) sangat bermanfaat bagi kami. Meskipun hal tersebut kami dapatkan dalam proses pembelajaran yang serupa di bangku sekolah maupun kuliah, tetapi tidak sedetail apa yang ditularkan kepada kami saat mengikuti workshop ini.  Di bangku kuliah atau sekolah kita lebih banyak dijejali dngan berbagai teori tentang Sastra dan segala pernak perniknya.
Dalam sebuah buku kadang tertulis dengan jelas teknik membaca puisi atau karya sastra lainnya tapi sulit dipahami/dimengerti oleh pembacanya karena tidak dilengkapi dengan media audio visual yang dapat membantu pembaca atau penikmat sastra, sehingga tidak sedikit dari mereka yang gandrung dengan pembelajaran teknik membaca puisi yang baik dan benar menemui jalan buntu. Hal tersebut tentunya menghinggapi diri saya selaku tenaga pendidik (Guru). Meskipun saya sering membaca puisi di depan peserta didik yang disambut dengan tepuk tangan yang riuh dari siswa, entah karena mereka merasa tertarik atau mereka takut mengatakan bacaan saya jelek, itu saya tak mengerti.
Itulah sebabnya saya sangat antusias menyambut kegiatan workshop ini. sebagai seorang yang suka dengan sastra, walaupun hanya sebagai penikmat hasil karya sastra. Di antara peserta yang diuundang sayalah orang paling pagi sampai di tempat pelaksanaan workshop.
Hari pertama saya mengikuti workshop tanpa banyak bicara dan bertanya karena asyik mendengar/ menyimak materi pembelajaran yang disampaikan oleh kedua nara sumber, dan penyebab keduanya adalah sengatan lebah pada wajahku ketika berkendara sepeda motor menuju tempat pelaksanaan workshop. Pipiku membengkak sehingga aku harus menggunakan kaca mata hitam untuk menutupi wajah, ini saya anggap sebagai suatu ujian untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
Yang sangat terkesan dalam hati saya pribadi  ketika Mas Sugianto membacakan salah satu puisi karya Mba Lintang yang berjudul "Tuan Malaikat, "Ini Putri" membuat bulu roma yang mendengar pasti berdiri dan puisi ini sanggup merindingkan bulu kudukku.
Hari kedua aku mencoba membaca puisi di depan peserta. Puisi yang kubaca adalah sebuah karyua dari seorang penyair terkenal "Taufiq Ismail" yang berjudul : "Kalian Cetak Kami Jadi Bangsa Pengemis, Lalu Kalian Paksa Kami Masuk Masa Penjajahan Baru, Kata Si Toni".


KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS,
LALU KALIAN PAKSA KAMI
MASUK MASA PENJAJAHAN BARU,KATA SI TONI
Taufiq Ismail
                       
                                   “ Kami generasi yang sangat kurang percaya diri
Gara-gara pewarisan nilai,sangat dipaksa-tekankan
Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami
Sejak lahir sampai dewasa ini
Jadi sangat tergantung pada budaya
Meminjam uang ke mancanegara
Sudah satu keturunan jangka waktunya
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni
Lubang itu,alamak,kok makin besar jadi
Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
Kita gadaikan sikap bersahaja kita
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka
Harta kita mahal tak terkira,harga diri kita
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia
Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama
Kepada Amerika,Jepang,Eropa dan Australia
Mereka negara multi-kolonialis dengan elegansi ekonomi
Dan ramai-ramailah mereka pesta kenduri
Sambil kepala kita dimakan begini
Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti
Dalam upacara masuk masa penjajahan lagi
Penjajahnya banyak gerakannya penuh harmoni
Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama
Menggigit dan mengunyah teratur berirama
Sedih,sedih,tak terasa jadi bangsa merdeka lagi
Dicengkeram kuku negara multi-kolonialis ini
Bagai ikan kekurangan air dan zat asam
Beratus juta kita menggelepar menggelinjang
Kita terperangkap terjaring di jala raksasa hutang
Kita menjebakkan diri ke dalam kerangkeng budaya
Meminjam kepeng ke manca negara
Dari membuat peniti dua senti
Sampai membangun kilang gas bumi
Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi
Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
Gaya hidup imitasi,hedonistis dan materialistis
Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis
Tertancap dalam berbekas,selepas tiga dasawarsa
Jadilah kami generasi sangat kurang rasa percaya
Pada kekuatan diri sendiri dan kayanya sumber alami
Kalian lah yang membuat kami jadi begini
Sepatutnya kalian kami giring ke lapangan sepi
Lalu tiga puluh ribu kali,kami cambuk dengan puisi ini.”

1998

Memang pada malam harinya saya sudah berusaha mencari puisi Mba Lintang di situs internet tapi saya tidak mendapatkannya,  Maaf Mba Lintang Sugianto......!!!! Seharusnya saya bisa membaca karya Mba Lintang, tapi apalah dayaku walaupun aku sudah berusaha.
Itulah Puisi yang saya Bacakan di depan peserta dan Mas Sugianto sebagai nara sumber  dalam Workshop 2 hari tersebut, terima kasih Mas sugianto.....terima kasih Mba Lintang ...!!!

Met's (Cabe)